Tuesday, July 04, 2006

Mengkritisi Duplikat Bendera Pusaka dan PDU PASKIBRAKA

PENGURUS DAERAH
PURNA PASKIBRAKA INDONESIA
KABUPATEN SUMEDANG


TANGGAPAN
PURNA PASKIBRAKA INDONESIA
KABUPATEN SUMEDANG

Tentang

PERTANYAAN/PERNYATAAN MENGENAI
SERAGAM PASKIBRAKA DAN WARNA DUPLIKAT BENDERA PUSAKA


Menanggapi Pernyataan seorang ibu pada acara “Obsesi” yang disiarkan Radio Jusyan pada hari Rabu, 18 Agustus 2004 yang intinya menyatakan tentang “Perbedaan yang mencolok antara Pakaian Paskibraka yang begitu putih bersih serta megah dan Duplikat Bendera Pusaka, dimana warna putihnya terkesan tidak putih lagi melainkan gading/kekuning-kuningan “

Berkenaan hal diatas, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
Kami Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Sumedang yang merupakan himpunan alumni Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Kabupaten Sumedang memberikan apresiasi yang besar pada pertanyaan dan pernyataan Ibu terhadap masalah dimaksud.

Perlu kami sampaikan bahwa Duplikat Bendera Pusaka yang digunakan tiap Upacara Puncak Peringatan HUT RI Tingkat Kabupaten Sumedang merupakan salah salah satu dari Duplikat Bendera Pusaka yang dibagikan oleh Sekretariat Negara pada tahun 1969 kepada Perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia yang seterusnya di distribusikan ke tiap–tiap Kabupaten/Daerah Tingkat II.

Warna Duplikat Bendera Pusaka memang benar putih kekuning-kuningan bukan putih bersih seperti yang selama ini dikira oleh khalayak umum, hal ini disebabkan jenis kain yang digunakan Duplikat Bendera Pusaka ialah kain sutera alam asli Indonesia dengan menggunakan cat celup asli Indonesia tanpa ada jahitan yang menghubungkan antara warna Merah dan Putih, dimana warna putihnya tampak kekuning-kuningan hal itu karena disebabkan sifat dari jenis kain yang dipergunakan serta usia bendera itu sendiri semenjak dibagikan (tahun 1969) sampai saat ini. Perlu kiranya diketahui bahwa Pembuatan Duplikat Bendera Pusaka tersebut dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tekstil Bandung dan dibantu oleh PT. Ratna Ciawi Bogor.

Semenjak tahun 1969 sampai saat ini belum ada pembaharuan Duplikat Bendera Pusaka, sehingga bendera yang dikibarkan di Kab. Sumedang masih tetap bendera pusaka generasi pertama setelah bendera pusaka jahitan ibu Fatmawati yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Saat ini Purna Paskibraka Indonesia Kab. Sumedang sedang mengusahakan penggantian Duplikat Bendera Pusaka ke Sekretariat Negara dikarenakan usianya sudah cukup lama dan terdapat beberapa bagian kain yang tenunannya tidak rapat sehingga apabila terjadi proses pembentangan dikhawatirkan robek, dan bukan disebabkan warnanya kekuning-kuningan. Penggantian Duplikat Bendera Pusaka harus mendapatkan izin dari Sekretariat Negara dan apabila diizinkan bendera akan disediakan oleh Sekretariat Negara dengan spesifikasi yang sama.

Mengenai Pakaian Dinas Upacara (PDU) PASKIBRAKA 2004 yang putih bersih hal ini sesuai dengan ketentuan peraturan pakaian perangkat Upacara. Pakaian Dinas Upacara dibuat satu tahun satu kali dan pertama kali digunakan pada pengibaran bendera tanggal 17 Agustus.


Demikian kiranya penjelasan dari kami, semoga dapat memberikan kejelasan bagi semua. Terima Kasih.



Sumedang, 18 Agustus 2004.

PENGURUS DAERAH
PURNA PASKIBRAKA INDONESIA
KAB. SUMEDANG
K e t u a,




CECEP RIDWAN HERDIANA, S.Pd
NRA. 93.09.21.0104



Catatan :
Contact Person (0261) 205117 , 08122105632

0 Comments:

Post a Comment

<< Home